Drummer band A7X, Jimmy Owen Sullivan alias The Rev ditemukan tak bernyawa pada 28 Desember 2009 lalu. Kini penyebab kematian The Rev pun terungkap.

The Rev dipastikan menghembuskan nyawa karena overdosis. Laporan pemeriksaan racun pada jenazah The Rev menunjukan adanya komplikasi kelebihan Oxycodone, Oxymorphone, Diazepam/Nordiazepam dan juga etanol.

Dilansir NME, Kamis (10/6/2010) petugas otopsi Orange Country, Mitchell Sigal mengungkapkan bahwa The Rev juga mengalami pembesaran hati. Masalah tersebut bisa jadi penyebab utama kematian sang drummer.

Avenged Sevenfold akan meneruskan perjuangan mereka setelah sepeninggal The Rev. Mike Portnoy, drummer Dream Theater direkrut sebagai additional untuk tur mereka.

"Setiap hari, orangtuanya dan keluarganya di Avenged Sevenfold tersenyum mengenang kenangan manis yang mereka punya dari Jimmy dan penggemarnya di seluruh dunia mengenang karyanya setelah sepeninggalannya," tutur Larry Jacobson, manajer A7X.

Bagi Anda yang tidak ingin data penting hilang ataupun dicuri sebaiknya jangan sampai terinfeksi virus OnlineGames. Hindari eksekusi maupun instalasi pada program maupun software yang tidak dikenal.

Selain itu yang harus diingat, hati-hatilah pada forum online di internet yang menyediakan link-link yang mencurigakan atau tidak Anda yakini keabsahannya.

Khusus untuk perusahaan dengan komputer dalam jaringan yang banyak, Vaksincom menyarankan Anda melakukan filter IP-IP yang mencurigakan. Hasil filtering menggunakan NNP yang dilakukan Vaksincom pada traffic ISP di Indonesia mengkonfirmasikan bahwa W32/OnlineGames merupakan ancaman yang nyata yang harus diwaspadai saat ini.

Namun, jika sudah terlanjur terinfeksi trojan ini, mau tak mau Anda harus sedikit berjuang untuk membersihkan virus OnlineGames, sebelum data-data penting Anda tercuri oleh trojan ini.

Berikut langkah-langkah untuk memberantasnya:

1. Matikan System Restore (XP/ME) (pada saat digunakan)
2. Matikan proses virus. Gunakan Windows Task Manager untuk mematikan proses virus.
3. Lakukan End Process pada file virus yang aktif (liser.exe)
4. Hapus string registry yang telah dibuat oleh virus. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry di bawah ini.

[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom Oeyy

[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del



[UnhookRegKey]

HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe ""%1"""

HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows, AppInit_DLLs, 0



[del]

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Kell

Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama “Repair.inf” (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan).

5. Hapus file virus (liser.exe & liser.dll) secara manual, yaitu pada folder "C:\Program Files\Manson" atau dapat menggunakan tools Norman Malware Cleaner. Anda dapat mendownload pada link berikut http://normanasa.vo.llnwd.net/o29/public/Norman_Malware_Cleaner.exe

Spam alias email sampah memang sulit diredam, apalagi jika email yang kita gunakan tidak menggunakan filter penyaring spam. Niscaya, gelontoran iklan yang dibawa pesan yang tak diinginkan tersebut bakal mensesaki inbox kita.

Berikut beberapa jurus yang bisa dilakukan untuk menangkis serbuan email yang direkomendasikan Symantec:

Yang Sebaiknya Dilakukan:
* Berhenti berlangganan dari milis-milis sah jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi. Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan pada saat yang sama. Jangan memilih item yang tidak Anda inginkan.

* Selektif dalam hal situs-situs tempat Anda mendaftarkan alamat email Anda.

* Hindari menampilkan alamat email Anda di Internet. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat tersendiri ketika mendaftar pada milis tertentu, miliki beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau carilah layanan email sekali pakai.

* Dengan menggunakan petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika Anda memiliki pilihan untuk melakukannya.

* Hapus semua spam

* Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Kami menyarankan untuk mengetik alamat situs langsung pada browser daripada percaya pada link dalam pesan.

* Pastikan bahwa sistem operasi selalu up to date, dan gunakan paket software keamanan yang komprehensif.

* Pertimbangkan solusi antispam yang memiliki reputasi baik untuk menangani penyaringan di seluruh organisasi anda.

Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan:
* Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.

* Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.

* Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan terkemuka tidak mungkin meminta informasi pribadi Anda melalui email. Jika ragu untuk menghubungi perusahaan yang bersangkutan melalui mekanisme independen yang terpercaya, seperti dengan memverifikasi nomor telepon atau alamat Internet yang dikenal yang Anda ketikkan ke jendela browser yang baru (jangan mengklik atau cut dan paste dari link dalam pesan).

* Membeli produk atau jasa dari pesan spam.

* Membuka pesan spam.

* Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email. Bisa jadi itu adalah berita bohong (hoax).

Saat ber-multitasking, pernahkah Anda melihat flash di taskbar? Itu lho, yang biasanya berkedip dengan warna oranye. Warna itu akan menghilang kalau kita mengkliknya.

Kedipan di taskbar ini ada artinya. Taskbar akan berkedip jika ada program di background yang di-update. Hasil dari update ini biasanya tidak dapat terlihat langsung oleh pengguna karena tertutup oleh jendela lainnya. Oleh sebab itu, dimanfaatkanlah flash untuk memberitahu pengguna bahwa ada program yang di-update di belakang layar.

Jika jumlah kedipan yang muncul Anda anggap kurang menyolok, coba lakukan langkah ini.
1. Jalankan Registry Editor dengan mengklik “Start”, lalu ketik “regedt32.exe”.
2. Masuklah ke sub key “HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop”.
3. Klik ganda “DWORD value ForegroundFlashCount”, kemudian ubah nilainya sesuai keinginan Anda. Nilai ini nantinya akan mempengaruhi seberapa banyak kedipan di taskbar yang akan muncul. Isikan nilai 0 jika Anda ingin supaya taskbar terus berkedip hingga ada yang mengkliknya.

Sebaliknya, jika kedipan ini terasa mengganggu, Anda dapat mengatur supaya jendela yang seharusnya dilambangkan dengan kedipan di taskbar langsung berubah menjadi fokus. Begini triknya.
1. Jalankan Registry Editor, kemudian masuklah ke sub key “HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop)”.
2. Cari dan klik ganda DWORD value ForegroundLockTimeout.
3. Ubah nilai DWORD value tersebut menjadi nilai 0.
4. Tutup Registry Editor, lalu restart komputer.

Jika suatu saat Anda ingin mengembalikan perubahan yang telah Anda lakukan ini, ubahlah nilai “ForegroundFlashCount” menjadi 3 dan nilai “ForegroundLockTimeout” menjadi 200000.

 

blogger templates | Make Money Online